Alat musik sasando merupakan salah satu alat musik tradisional yang berasal dari Nusa Tenggara Timur. Alat musik ini memiliki suara yang unik dan khas, terbuat dari bambu dan memiliki senar yang dipetik untuk menghasilkan melodi yang indah. Pengaruh alat musik sasando dalam karya seni kontemporer semakin terasa dan mempengaruhi perkembangan seni musik di Indonesia.
Menurut Prof. Dr. H. Aminudin Aziz, seorang pakar seni musik dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, alat musik sasando memiliki nilai historis dan kultural yang tinggi. “Sasando bukan hanya alat musik biasa, tetapi juga merupakan bagian dari warisan budaya bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan,” ujarnya.
Dalam karya seni kontemporer, pengaruh alat musik sasando dapat terlihat dari penggunaan elemen-elemen musik tradisional dalam komposisi musik modern. Misalnya, penggunaan teknik petik senar yang khas pada sasando dapat memberikan sentuhan eksotis pada musik kontemporer. Hal ini juga tercermin dalam lukisan, tari, dan karya seni visual lainnya yang terinspirasi oleh alat musik sasando.
Menurut seniman kontemporer ternama, Ahmad Syaifudin, alat musik sasando memberikan inspirasi yang tak terbatas dalam menciptakan karya seni. “Sasando bukan hanya alat musik, tetapi juga sumber inspirasi yang tiada akhir bagi para seniman kontemporer. Suaranya yang lembut dan merdu mampu membangkitkan emosi dan imajinasi para seniman,” ungkapnya.
Pengaruh alat musik sasando juga terasa dalam dunia pendidikan seni. Banyak sekolah seni di Indonesia yang mulai memasukkan pembelajaran alat musik sasando dalam kurikulum mereka sebagai upaya untuk melestarikan budaya lokal. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni tradisional Indonesia.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengaruh alat musik sasando dalam karya seni kontemporer sangatlah signifikan. Alat musik tradisional ini tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya bangsa, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi para seniman dalam menciptakan karya-karya seni yang unik dan berharga. Semoga keberadaan alat musik sasando terus dilestarikan dan diapresiasi oleh generasi muda Indonesia.